Posts

Secuil Perjalanan Game dan Clash Of Clans

Image
COC sering putus koneksi dan loading yang nyangkut di ujung. Game , pertama kali yang membuat saya menyukai komputer pada 2002, tahun ketika saya duduk di bangku SMP. Di tahun itu pula, seingat saya, pertama kali melihat benda warna putih bentuk kubus dengan sebatang papan tertulis huruf dan angka. Sebelum saya ketahui namanya komputer, saya mengira benda itu hanyalah sebuah tivi. Kenapa saya harus repot berlari kocar kacir, membenarkan isu ada benda aneh di rumah tetangga sebelah.

Merancang Huruf Bersama DGA

Image
Huruf Script tulisan tangan saya. Sebagai orang yang bergelut di bidang desain grafis, saya selalu memerhatikan sebuah huruf. Mata saya selalu tertarik dengan beragam jenis huruf yang tertera dimanapun, baik itu di koran-koran, pamflet pertokoan ataupun baliho dan spanduk di persimpangan jalan. Jika huruf yang digunakan bagus saya akan menikmatinya jika sebaliknya saya akan menghujat dalam hati.

Transaksi Non Tunai, Kompasiana dan Live Tweet

Image
Selfie Usai Nangkring Gerakan Nasional Non Tunai. Foto facebook.com/junantoherdiawan MATA saya masih berat ketika dibangunkan deringan alarm pada pukul 08.25 WIB. Alarm sengaja saya atur malam sebelumnya, bersebab Sabtu, 25 April 2015 pagi itu, saya berencana menghadiri acara Nangkring Kompasiana Bersama Bank Indonesia, bertema Gerakan Nasional Non Tunai. Saat kepala sedang pusing dan tidur yang belum tercukupi, saya sempat berpikir, antara kembali menarik selimut atau mengambil pengalaman baru hari itu.

Game Ini Sudah Punah di Kampung Kami (1)

Image
Ilustrasi Game Sambai. (pixabay.com) Masa kecil adalah masa keemasan, sebab pekerjaan anak sekolahan kerjaannya hanya bermain dan bermain. Tidak ada tanggung jawab yang membuat kepala menjadi berat, seperti menderita karena merasa jomblo, pekerjaan tetap yang belum dapat, skripsi belum kelar, hingga mahar yang kian mahal. Anak kecil hanya mempunyai pekerjaan sekolahan yang harus diselesaikan di rumah (PR), itupun dapat diakali dengan datang lebih awal kesekolah lalu menyontek pada teman yang sudah selesai, sebelum dentingan bel masuk sekolah dimulai. Kalau PR tidak jumpa pada pelajaran jam pertama maka beruntung dapat dilanjutkan saat jam istirahat. (pengalaman pribadi nih, hehe)

Postingan Pertama 2015

Saya mohon Anda tak perlu sibuk-sibuk membaca postingan ini. Tulisan ini hanya untuk mengisi kekosongan blog yang sudah lima bulan saya tinggalkan, boleh dikatakan tulisan ini, lagi-lagi hanya untuk melepas kerinduan, agar blog ini tidak seperti rumah kosong yang tidak berpenghuni, hanya ada perabotan postingan yang sudah usang. Sebenarnya jari-jari saya sudah letih menari, tapi bukan untuk memajang kata di blog sederhana ini, melainkan, menjejal kata di Ms. Word untuk tugas akhir kampus. Boleh jadi, perhatian saya yang terlalu banyak untuk keburu memakai toga, maka, blog saya terbengkalai, layu bagai bunga yang lama tak disiram.

Cara Download Foto di Instagram

Image
Screen Captured di Play Store Salah satu aplikasi yang wajib terpasang di Android saya adalah Instagram. Media sosial berbagi foto dan video ini menjembatani hobi saya sebagai salah satu penyuka fotografi. Aplikasi fenomenal yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger ini mempunyai ratusan jutaan pengguna dengan jumlah foto sekitar 21,9 miliar lebih, jumlah ini meningkat setiap harinya.

Ayah, Senyum dan Sarung

Jujur saja, sebagai anak saya tidak pernah menghadiahi apapun untuk orang tua, saya hanya punya keinginan yang selalu tidak kesampaian, barangkali, saya terlalu egois karena selalu memikirkan diri sendiri, sebab saya sangat mampu membeli sesuatu, untuk saya hadiahi kepada orang tua, khususnya Ayah. Sampai berpulang menghadap Ilahi, saya tidak menghadiahi apapun kepada ayah. Waktu itu umur Ayah memasuki usia 81, menjalani sisa hidupnya Ayah hanya bisa berbaring di kamar tidur. Tubuhnya yang sudah tua tidak bisa berbuat banyak, matanya tidak bisa terang lagi, Ayah perlu dibantu pada saat ingin mandi.