Posts

Showing posts with the label Catatan Ringan

Berbuka dengan Tiga Kiss

Sore itu, saya berkostum sedikit mirip Pak Haji. Yang dulunya saya suka bercelana, kini tampil beda dengan memakai sarung berwarna keemasan dengan motif gambar kotak-kotak, di padu dengan baju koko berwarna putih pembelian lebaran tahun lalu, tak lupa kopiah hitam juga nyangkut di kepala saya. “5:5 samaUstadz Jefri Al Bukhori” komentar Si Udin, yang menjadi kawan buka bareng sore itu! Saya tidak sedang di cafe, apalagi di restaurant, yang pasti bukan di tempat yang berbau kemewahan, Saya menunggu bedug buka di ruang tamu kantor Harian Aceh, cuma saya dan si Udin, sang OB Harian Aceh (HA). Yang lain teman wartawan yang biasa ikut nongol, kini entah kemana memenuhi jadwal berbuka di tempat lain.

Pengalaman Pertama di Akhir Tahun

Penutupan tahun 2010 meninggalkan kesan yang sangat berarti, soalnya di akhir tahun ini saya di tunjuk jadi pemateri sebuah pelatihan untuk pertama kalinya, umur yang masih sebiji jagung, pengalaman yang belum berat saya kantongi, membuat saya sedikit takut untuk berbagi ilmu. Jumat 31 Desember 2010, saya di tunjuk jadi pemateri pelatihan Design Grafis yang lebih memfokuskan pada bidang perwajahan (layout) di kantor Yayasan Annisa Center. Perasaan was-was dan gugup memang tak pelak menghampiri saya di pagi itu. Memasuki kantor berlantai 2 saya sudah di tunggu oleh beberapa peserta yang terdiri dari 1 orang abang-abang, 2 kakak-kakak, 2 ibu-ibu, 1 Bapak-Bapak, jumlah peserta semuanya 6 orang. Sedangkan pematerinya dari golongan adek-adek yaitu saya sendiri yang paling muda di ruang yang saya taksir seluas 6 x 20 meter.

Buku Si Hah

Hah adalah sebutan sebuah ukuran, di tempat lain sebutan hah ini mungkin tidak kita temukan, karena sebutan itu hanya ada dalam kultur kehidupan orang aceh, ukuran hah sama dengan sehasta, orang tua aceh dulu menggambarkan panjang ukuran hah antara jarak ujung jari tangan sampai ke siku. Misalnya tempo dulu sebelumnya adanya alat pengukur modern, seperti meteran, penggaris dan semacamnya, orang aceh menggunakan ukuran lengannya untuk mengukur luas dan panjang suatu benda. Ada juga pengukuran lainnya yang menggunakan anggota tubuh juga, seperti si jeungkai si deupa, untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini http://fadli.web.id/jenis-dan-bentuk-ukuran-panjang-dalam-masyarakat-aceh.aspx Sekarang pengukuran si hah itu sendiri sudah jarang digunakan, karena sudah ada alat yang lebih mudah di gunakan, namun di daerah pedalaman aceh, pengukuran menggunakan si hah itu masih ada yang menggunakannya, seperti yang di katakan kawan saya Rahmat RA.